Sepupuku Yang Keren

Saya ini punya sepupu yang umurnya sepantaran sama saya, cuma beda bulan saja. Dia ini cowok, sepupu saya ini pinter, tapi sayang dia ini punya kekurangan, sedari lahir dia gak bisa mendengar dan bicara.

Meskipun dia punya kekurangan dalam segi fisik, dia nie gak pernah minder, gak pernah merasa kalau dia punya kekurangan. Selama saya bertemu dia, wajahnya salalu terlihat ceria, gak pernah sedikitpun murung.

Gambar

Dia ini tinggal di rumah nenek banyuwangi, ortunya ada di irian jaya, jadi dia dari kecil udah  terbiasa mandiri. Meskipun punya kekurangan dia gak pernah tergantuan sama orang. Pernah dulu pas saya dan dia mudik ke banyuwangi bareng (sekarang dia tinggal di pasuruan), kita waktu itu ada di stasiun, tiba-tiba sepupu saya ini ngilang, saya panik donk, meskipun dia bawa hape tapi kan dia gak bisa berkomunikasi, akhirnya saya kebingun cari dia, eh ternyata dianya lagi ada di sebuah toko sedang beli minum.

Dia ini hobynya bercerita, setiap saya mudik ke banyuwangi, dan ketemu dia, pasti saya akan di ajak masuk ke kamarnya, dan sesi ceritapun di mulai. Dia ini pinter, kalau saya di ceritai pake bahasa tubuh saya lola nyambungnya, gak bisa nanggapinya, jadi pas dia cerita dia sambil nunjukin foto yang sedang dia ceritakan.

Sepupu saya ini mudah bergaul, kalau pas lebaran, banyak sekali teman yang datang ke rumah. Kalau pas teman-temannya maen kerumah gitu, saya ikutan nongkrong bareng mereka. Meskipun saya gak ngerti apa yang di omongin, karena mereka semua pake bahasa tubuh, dan saya minim ilmu tentang bahasa tubuh, tapi saya tetep ikutan nongkrong. Kalau mereka tertawa saya ikutan tertawa meskipu saya gak ngerti apa yang mereka omongin, melihat tawa mereka itu rasanya sesuatu banget, salut saya sama mereka meskipun mereka ada kekurangan tapi hal itu tak menghalangi mereka untuk tertawa.

Sepupu saya yang paling keren ya dia ini, saya banyak belajar dari dia. Oya meskipun dia di ciptakan dengan kekurangannya, dia tak pernah lupa melakukan ibadahnya, sholat nya selalu berjamaah ke masjid, mengajinya pun tak pernah absen, dan puasa senin kamisnya selalu dia kerjakan.

Iklan

Kenangan Didapur Nenek

Setiap hari minggu ataupun hari libur, setiap pagi kerjaan saya nongkrong di dapur, gangguin bantuin ibu masak sambil curhat :D. jadi bisa di pastikan setiap hari minggu atau libur masaknya ibuk lama, soalnya ibuk fokusnya sama acara curhat-curhatan 😀

Lha pas minggu kemaren itu masaknya ibuk makin lama dari hari minggu biasanya, bukan karena dengerin curhatan saya ya, eh itu termasuk ding :D, tapi selain curhatan saya ada lagi yang bikin tambah lama masaknya, yakni kehabisan gas LPG. Jadi ceritanya pas ibu lagi enak-enaknya goreng ayam di atas kompor LPG sambil dengerin saya curhat, tetiba api yang tadinya menyalah tetiba mati, wah setelah di cek ternyata speedometer yang terpasang di atas tabung LPG menunjukan garis merah yang artinya habis.

Tanpa babibu langsung dech ibuk lari ke tetangga sebelah yang jual tabung LPG tapi sayang nasib baik tak berpihak pada ibuk, tetangga penjual LPG lagi kehabisa stok. Saya menawarkan diri mencarikan di penjual tabung LPG yang lain, yang tempatnya lumayan jauh dari rumah, tapi di tolak ibuk, beliau malah nyuruh saya ngambilin beberapa balok kayu yang ada di gudang, pingin masak pake tungku katanya.

Saya nyiapin kayunya dan ibuk nyiapin tungkunya, gak lama semua keperluan buat masak pake tunggu tersedia, mulailah ibu menyalakan api tetep sambil mendengarkan curhatan saya. Susah payah saya perhatikan ibuk berusaha membuat kayu di dalam tunggu bisa terbakar, maklumlah udah lama gak masak pake tungku, setelah berhasil membakar kayu dalam tungku baru dech lanjut memasak.

Beberapa menit kemudian saya mencium aroma khas yang dulu sering saya rasakan, aroma khas yang keluar dari dalam tungku, aroma khas yang di hasilkan dari terbakarnya kayu, aroma khas yang membuat saya membongkan kenangan saya tentang aroma itu, aroma yang sering saya rasakan setiap saya berkunjung kerumah nenek di banywangi, menemaninya memasak didapur, hanya sekedar menemani bukan membantu, duduk dekat tungku berharap medapatkan kehangatan dari tungku, dan mengusir hawa dingin kota banyuwangi, sambil menikmati aroma khas yang keluar dari tungku, aroma khas kayu terbakar.

Saya menikmati aroma khas itu, mendekatkan diri pada tungku yang sedang menyala, bukan lagi untuk mencari kehangatan dari sang tungku karena saat ini meskupun pagi suhu di sidoarjo sudah panas #curhat 😀  melainkan untuk mengingat kenangan didapur nenek yang sudah hampir dua tahun tidak saya rasakan.

Gegara sang tungku yang menghasilkan aroma khas dapur nenek, membuat rasa rindu pada banyuwangi semakin menjadi. Semoga lebaran kali ini saya bisa berkunjung ke banyuwangi, berkunjung ke rumah nenek, dan merasakan aroma khas itu di dapur nenek lagi. Dan akhir kata, Mbah ison kangen nyang riko…….

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin

Mas Ganteng Dari Banyuwangi

Huahuahuahuahua……

Saya galau,,, galau gara-gara mas Ardhy Dwiki, iya mas Ardhy Dwiki yang cowok ganteng dari banyuwangi itu lho, yang punya lesung pipi, yang tadi malam keluar dari IMB.

Sejak ngerti kalau ada mas ganteng dari banyuwangi jadi salah satu peserta di IMB, saya selalu rutin pantengin IMB setiap sabtu dan minggu, selalu ngeusahain gak ada kegiatan di luar rumah selama IMB maen, khusus buat liat mas ganteng dari banyuwangi itu. #lebayyy

Dan tadi malam akan menjadi hari terakhir saya pantengin dia di panggung IMB, soalnya mas ganteng dari banyuwangi itu keluar, ah sedihnya saya, gak bisa liat mas ganteng lagi dech setiap sabtu dan minggu di panggung IMB.

Sebenernya sejak seminggu yang lalu saya udah feeling mas ganteng ini bakalan keluar, karena dia akan bertantangan dengan sandrina, gadis cilik dengan keahliannya membawakan tari tradisional yang sangat luar biasa, dan kayaknya mas ganteng dari banyuwangi ini juga ngerasain hal yang sama kayak saya. Heran dech saya kok bisa gitu lho sandrina dapat poling sms terndah minggu kemaren, padalah dia lho bagus performnya.

Ya sudah lah ya, takdirnya mas ganteng asal banyuwangi memang harus keluar di putaran 4 besar, lumayan lah darap uang 75 juta, bisa buat ngelanjutin kuliah di jakarta sesuai dengan rencananya.

Gambar

Foto mas Ardhy Dwiki tadi malam saat pengumuman dia keluar dari IMB,

foto di comot dari twitter mas Ardhy Dwiki

PS : Mas Ardhy Dwiki ini rumah yang di banyuwangi ternyata satu kecamatan sama rumah nenek saya lho, di Kecamatan Genteng – Banyuwangi, tapi alamat lengkapnya kurang tau saya, ntar dech saya tanyakan mas Ardhy Dwiki #sok.kenal 😀

Mas Ardhy Dwiki saya akan selalu merindukan lesung pipimu,,,, 😀

Kuis Novel Seven Days : Banyuwangi

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan di awali basmalah dan rasa deg-degan akhirnya saya bertekat untuk ikutan kuis :D, ini kuis pertama saya lho :D. Setelah selama ini hanya menjadi pengamat kuis akhirnya sekarang saya mulai berani ikutan, dengan bermodalkan nekat 😀

Bener-bener nekat karena pengen dapet buku si oren manis itu

Gambar

kalau mau intip kuisnya langsung aja ke => http://www.rheinfathia.com

Langsung ke kuisnya aja ya 😀

“Anggap ada yang mau bayarin kamu jalan-jalan ke mana aja, nggak peduli berapa biayanya. Kamu diberi waktu selama TUJUH HARI dan haarus mengajak SATU orang saja. Ke mana kamu akan pergi traveling, sama siapa, dan apa alasannya?”

Wow wow wow,,,, kebetulan banget lagi mikir pingin jalan-jalan, kalau saya di tawari jalan-jalan kemana dan mau di bayari pula (aduh enaknya) pasti saya dengan lantang akan menjawab SAYA MAU KE BANYUWANGI #eh.maaf.capslocknya.kepencet 😀

banyuwangi

Cuma ke banyuwangi??? Iya ke banyuwangi, kenapa masalah buat loe?? #gaya.soimah

Liburan tujuh hari di banyuwangi wah keren ini apalagi ada yang bayari makin keren ini dan yang bayari juga keren dech :D.

Kenapa saya pilih banyuwangi sebagai jalan-jalan yang keren, karena saya cinta banyuwangi :D. Kota tempat ibu saya di lahirkan.

Sebenernya waktu kecil dulu saya setiap tahun ke banyuwangi berkunjung kerumah nenek pas lebaran tiba. Tapi saya selama banyuwangi cuma di ajakin ke rumah nenek dan saudara-saudara buat silahturahmi doang, gak pernah di ajakin ke temapat wisatanya.  Sekarang saya sudah gede ini, dan punya teman yang asli dan tinggal di banyuwangi yang hobinya jalan-jalan keliling banyuwangi setiap minggunya, saya kok jadi mupeng (muka pengen) ya, pengen gitu suatu saat keliling banyuwangi mengunjung tempat wisata alam yang keren-keren.

Tujuh hari itu lama lho, emang mau ngapain aja di banyuwangi dalam waktu selama itu??

Weits jangan salah di banyuwangi banyak tempat wisata alamnya, waktu tujuh hari itu kurang kalau buat keliling seluruh tempat wisata di banyuwangi. Yang paling buat saya mupeng saat ini adalah wisata alam yang berada di tiga daerah yang di beri nama segitiga berlian atau biasa di sebut triangel Diamonds yang saat ini lagi gencar-gencarnya di promosikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

segitiga berlian ini terdiri dari :

# Kawah Ijen di Area Taman Nasional Baluran, Licin.

Di Kawah Ijen kita bisa menikmati sunrise atau biasa di sebut disebut sebagai matahari terbit pertama di Jawa dan kawah hijau yang memukau di pagi hari. Selain itu kita bisa menikmati fenomena api biru (Blue Fire) di malam hari, oya api biru ini konon katanya hanya ada di dua tempat di dunia yakni di kawah ijen ini dan di Islandia.

# Sukomade di  Area Taman Nasional Meru Betiri, Pesanggaran.

Di Sukomade kita bila melihat menangkaran penyu dan di waktu-waktu tertentu kita bisa melihat proses penyu itu bertelur. Selain itu di ada juga terdapat beberapa objek wisata yang sangat gak kalah menarik, diantaranya Pantai Rajegwesi, yaitu daerah pesisir pantai dengan habitat kerbau disekitarnya. Bunker Jepang yang konon katanya tempat berlindung para serdadu Jepang di saat perang pada tahun 1943. Habitat Rafflesia, yaitu bunga langka dengan diameter sekitar 41cm. Teluk Hijau, yaitu sebuah derah teluk yang memang tampak kehijauan dari tebing.

# Pantai Plengkung di Area Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo.

Di Pantai Plengkung ini terkenal dengan ketinggian ombak yang mencapai hingga 6 meter (Wow tinggi banget ya 😀 ).  Pantai Plengkung ini sudah menjadi surga bagi peselancar dunia karena Pantai Plengkung atau yang biasa disebut G-Land memang sangat menantang bagi para peselancar, dan denger-denger nie ombak di Plengkung adalah nomor dua yang terbaik setelah Hawaii, tu kan keren kan.

Sudah itu aja, kalau cuma tiga tempat mah bisa di lewati cuma tiga hari doang yang empat hari mau di gunakan untuk apa??

Eit jangan sedih itu mah belum seberapa, wisata pantai di banyuwangi itu ada buanyaaaakkkkk tau, ada Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo, Pantai Bedul di Kecamatan Purwoharjo, Pantai Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi, Pantai Watu Dodol di Kecamatan Giri, Pantai Boom di Kecamatan Banyuwangi, cuma itu yang saya tau, tapi sebenernya masih banyak lho.

Gak mau ke pantai takut kulit gosong? Oke saya tunjukin wisata alam air terjun aja ya, biar seger :D. Air terjun Lider di Kecamatan Songgon, Air terjun Wonorejo di Kecamatan Kalibaru, Air terjun Kalibendo di Kecamatan Licin, Air terjun Selogiri di Kecamatan Kalipuro, Air terjun Antogan di Kecamatan Kabat.

Tu gimana masih kurang puas? Gak mau wisata alam? Oke saya kasih wisata budaya dech. Wisata budaya ini ada di Desa Kemiren di Desa yang masih asri dengan ciri khas nuansa alam pedesaan ini dinobatkana sebagai komunitas asli masyarakat suku Using (Suku asli Banyuwangi). Keramah tamahan penduduknya, adat istiadat, cara hidup sehari-hari, bahasa, kesenian serta rumah adat asli dapat dilihat disini.

Gimana udah banyak kan ya, itu semua di kunjungi dalam waktu tujuh hari pasti kurang dech. Oya kalau saya di suruh ngajak satu orang saya akan memilih salah satu sahabat saya, yaitu Liftakil. Kenapa saya ajak dia? Ya karena saya belum punya suami  dia juga punya nenek di banyuwangi. Kayak di peribahasa itu lho sambil menyelam minum air, Berlibur sambil mudik. Keren kan?? keren dong yak #maksa 😀

aku n lifta

Bonus foto saya dan liftakil 😀

Masa Kecil Di Banyuwangi

Waktu saya masih kecil, setiap tahun pas lebaran ortu dan saya selalu mudik ke rumah nenek yang berada di banyuwangi. Menurut cerita ibuk waktu itu saya jadi cucu kesayangan, saya ingat dulu di rumah nenek saya yang lama terpampang nyata *syahrini banget* foto saya waktu awal bisa jalan, dan cuma foto itu aja lho yang di pasang di dinding ruang tamu padahal waktu itu cucu nenek bukan cuma saya aja, tu kan terbukti saya jadi cucu kesayangan 😀

Tapi meski saya adalah cucu kesayangan, saya bukan cucu yang manis dan penurut. Dalam cerita ibuk, selama di banyuwangi saya ini selalu ribut pingin pulang ke sidoarjo gak pernah betah tinggal lama di banyuwangi. Satu alasan saya waktu itu jika di tanya orang kenapa gak kerasan tinggal di banyuwangi

“Rumah nenek bolong-bolong” jawab saya polos 😦

Dulu waktu kecil emang rumah nenek saya itu dindingnya masih terbuat dari gedeg (anyaman bambu) sekarang udah di ganti tembok. Jawaban polos itu yang sampe sekarang bikin bahan bercanda di banyuwangi kalau keluarga lagi kumpul di rumah nenek banyuwangi.

Terus selama di banyuwangi saya gak mau makan kalau lauknya bukan ayam, padahal di sidoarjo semua makanan yang penting enak saya mau makan lho. Jadi selama di banyuwangi nenek saya selalu sedia ayam kampung, setiap dua hari sekali beliau sembelih tu ayamnya satu-satu khusus buat lauk cucu tersayangnya ini 😀 orang lain gk boleh ikutan makan tu ayam.

Pernah ni kejadian tapi lupa kapan pastinya, yang jelas waktu saya masih kecil juga. Biasanya kalau di banyuwangi paling lama seminggu, itu aja saya udah ribut pengen pulang mulu, tiba-tiba suatu hari pas kita udah seminggu mau balik ke sidoarjo ibuk saya sakit akhirnya terpaksa di tunda pulang ke sidoarjonya, lha pas itu kebetulan ayam nenek saya yang gede-gede udah habis buat lauk saya seminggu, terus beliau bilang ke saya

“Nduk, ayamnya sudah habis, nanti kalau maem lauknya pake ikan atau telur ya”

“Gak mau”

terus saya nyelonong menuju kandang ayam yang ada di sebelah rumah nenek, dan saya menemukan anak ayam yang masih umur dua mingguan

“Lha ini ayamnya masih ada”

Jiah mana mungkin ayam masih kecil gitu di sembelih buat lauk, tapi meski begitu saya tetep makan dengan lauk ayam, nenek saya waktu itu bela-belain beli ayam kampung milik tetangga 😀

Rumah nenek saya dulu halamannya luas banget, terus banyak tumbuh pohon gede-gede di antaranya ada pohon rambutan, nangka, dan kelapa. Dari kecil saya suka ama buah, jelas saya seneng banget kalau pas ke rumah nenek pas kebetulan waktu panen itu buah.

Selama perjalanan menuju rumah nenek saya sudah mewanti-wanti ayah, sampe rumah nenek minta di buatin es degan. Terus pernah suatu hari pas kita mudik kebetulan pas waktu panen buah nangka, baru saja sampe rumah, nenek sudah menyodori buah nangka yang gedenya seukuran balita umur 4 tahun, wah langsung sikat dech itu buah bareng ayah. Tapi sayang pohonnya udah pada di tebang di buat bangun rumah bude sekarang tinggal beberapa buah kelapa aja.

Dulu waktu setahun sekali bisa pergi ke banyuwangi rasanya pengen minta pulang ke sidoarjo mulu, sekarang udah jarang ada waktu buat mudik kesana, karena gk setiap lebaran bisa mudik. Ah sekarang saya kangen kota itu beserta isinya.

Tonjokan Yang Bikin Kenyang

Siapa pernah di tonjok???

Pasti rasanya sakit ya di tonjok orang, tapi di daerah banyuwangi kalau di tonjok orang itu rasanya seneng, karen bisa bikin kenyang.

Lho kok bisa???

Ya bisa dong

Saya baru tau kalau di tonjok bisa bikin kenyang sekitar satu bulan yang lalu, pas ngobrol bareng ayah dan ibuk

Ayah : Buk acara sunatan oye (keponakan saya yang tinggal di banyuwangi) di buat rame-rame atau sederhana

Ibuk : Ya rame-rame yah, rencananya mau ngeluarin lima ratus tonjokan kok

Saya yang dari tadi cuma nyimak kaget dengan jawaban ibuk

Saya : Lho buk di tonjok? Sakit dong

Ayah dan ibuk saya tertawa bersama

Lha anak kebingungan malah di tertawakan 😦

Dan akhirnya ibuk saya yang emang orang banyuwangi menjelaskan bahwa yang di maksud tonjokan itu bukan di pukuli, tonjokan di banyuwangi ini tu salah satu adat turun temurun yang sampe saat ini masih di gunakan kalau ada acara hajatan.

Kalau di sidoarjo atau di daerah lain pada umumnya kalau ada hajatan ngundang teman atau sanak saudara biasanya pake undangan kertas dengan berbagai model yang menarik. Lha kalau didaerah banyuwangi ini ngundangnya pake tonjokan, tonjokan ini terdiri dari nasi, lauk, dan kue, biasanya di kemas jadi nasi kotak, terus di atas kardusnya di tempeli undangan, baru kemudian di bagikan ke teman atau sanak saudara yang akan di undang hajatannya. Kalau seandainya yang di undang sejumlah lima ratus orang, berarti yang punya hajat harus bikin tonjokan sebanyak lima ratus tonjokan.