JALAN SEHAT HUT RI KE 73

Kemarin minggu di tempat saya banyak banget yang ngadain acara jalan sehat dan karnaval. Di tempat tinggal mertua ada jalan sehat se RT, di tempat orang tua saya ada jalan sehat se RW, di tempat tinggal saya sendiri ada Karnaval se Desa, dan setelah ngobrol-ngobrol ama Pak Misua, kita putuskan ikutan jalan sehat di tempat tinggal orang tua saya.

Oya rumah kita sama rumah orang tua saya sama rumah mertua saya jaraknya gak jauh. Kalau rumah kita sama rumah orang tua saya itu satu kecamatan tapi beda desa, tapi kalau rumah kita sama rumah mertua beda kecamatan tapi gak jauh-jauh banget. Jadi kita bisa sering-sering jenguk orang tua dan mertua karena tempat tinggalnya deket.

Kenapa kita pilih jalan sehat di rumah orang tua saya dan tidak pilih ikut karnaval di desa tempat tinggal kita, karena kita minim informasi tentang karnaval di tempat tinggal kita, apalagi kita ini warga baru, baru kali ini kita ikut acara 17an di desa ini, dan di tambah Pak Misua jarang ikut rapat RT, karena Pak Misua pulang kerjanya malam-malam, Hiks! Ya sudahlah mungkin tahun depan baru bisa ikutan karnaval desa.

Kemarin berangkat dari rumah jam 05.30, sampe rumah orang tua saya sekitar 05.45, perjalanan dari rumah ke ruamh orang tua cuma sekirat 15 menit, deket kan ya cuma 15 menit doang! Setelah nitipin sepeda ke orang tua kita langsung menuju ke balai RW karena di sana sudah banyak yang kumpul. Masih banyak peserta jalan sehat yang mengantri beli kupon undian, dan Pak Misua tiba-tiba bisikin saya,

“Beli kupon lagi ta”

“Ngak” Jawab saya sambil melotot.

Gimana gak melotot cobak, Pak Misua sudah beli kupon undian sebanyak 50 lembar masa mau beli kupon undian lagi, bingung cocokinnya!

Jalan sehat di berangkatkan sekitar jam 06.30 mundur 30 menit dari jadwal seharusnya, karena panitianya masih sibuk jualan kupon undian. Rute yang di tempuh jalan sehat kali ini agak berbeda dari tahun sebelumnya, sedikit lebih dekat dari tahun kemarin, mungkin tahun kemarin ada yang protes karena terlalu jauh jadinya tahun ini agak di deketin jarak tempuhnya. patrol

Sampai balai RW sekitar jam 8.30 an kupon undian mulai di ambil dan di bacakan nomornya, untuk di bagikan hadiah hiburan yang paling kecil. Selama pembagian hadiah hiburan di selipkan dengan penampilan musik patrol yang di mainkan oleh anak-anak karang taruna, dan juga pembagian hadiah lomba anak -anak dan lomba voli dewasa yang sudah di laksanakan pada minggu sebelumnya.

Hadiah hiburan sudah di bacakan semua dan 50 kupon undian yang saya miliki hanya satu yang berhasil mendapatkan hadiah berupa sebuah gelas plastik doang! Gimana perasaan saya?? Sedikit sebel, hahahha. Karena saya lihat di sebelah-sebelah saya mereka cuma beli kupon undian 10 atau 5 kupon tapi sudah dapat 2 atau 3 hadiah hiburan.

Masih ada harapan mendapatkan hadiah utama, karena masih ada 6 hadiah utama yang belum di bacakan. Tapi sayangnya sebelum hadiah utama di bagikan Pak Misua harus pulang duluan karena mau berangkat kerja, jadinya saya cocokin 49 nomor kupon sendirian, gak apa-apa pasti saya bisa! Hahahha.

Hadian utama yang paling kecil sebuah setrika di bagikan, nomor di bacakan dan bukan saya yang beruntung mendapatkannya, mbak-mbak cantik berkedurung birulah yang beruntung membawa pulang sebuah setrika. Selanjutnya kipas angin dan mas panitia yang beruntung mendapatkan undian kipas angin, di lanjut hadiah dispenser yang di dapatkan oleh ibu-ibu berkerudung.

Saya duah pesimis akan medapatkan hadiah utama, ya sudahlah mungkin kali ini saya di takdirkan membawa pulang sebuah gelas plastik saja. Saya sudah WA Pak Misua

“Mas Tidak dapat hadiah apa-apa”

“Emang acaranya sudah selesai?”

saya belum jawab

Saya mulai menyimak kembali panitia membacakan nomor undian untuk hadiah sebuah kompor gas 2 tungku.

“0………0………0………9………”

“Apakah itu nomor saya?” Pikir saya dalam hati.

“9 lagi……”

“Wah itu pasti nomor saya” Karena nomor saya di mulai dari nomor 000951 sampai 001000 dan itu urutan.

Saya menunggu nomor terakhir

“nomor terakhirnya adalah 4, 000994” Panitia membacakan nomor

Dan saya mencari di antara 49 nomor yang masih saya miliki

“Ini dia” Saya langsung lari memberikan nomor yang cocok dengan nomor yang di bacakan panitia barusan.

“Ya…. nomornya cocok, ayo mbak nya naik ke atas panggung”  Panitia menyuruh saya naik ke atas panggung

Hadiah di serahkan di atas panggung, atas permintaan panitia hadiah diserahkan langsung oleh Bapak Ketua RT 3. Setelah saya turuh dari panggung sambil membawa kompor gas, saya langsung foto dan kirimkan ke Pak Misua.kompor.jpg

“Rejeki istri solehah… Hahahah…..” Saya kirim WA ke Pak Misua
“Kamu dapet hadiah ta??”
“Iya”
“Kompor gas??” Tanya Pak Misua memastikan
“Iya”
“Alhamdulillah…. Berenan ta??”
“Iya beneran saya dapat kompor gas” Jawab saya pasti
“Senengnya saya, doa saya nyampek sana, Ya allah rejeki suami soleh…”
“Iya, Alhamdulillah….”

Saya melanjutkan menyimak nomor yang di bacakan panitia untuk pembagian hadiah Magic Com dan TV, ternyata nomor saya tidak muncul lagi. Magic Com di dapatkan oleh mbak-mbak berbaju pink di dekat saya dan TV di dapatkan oleh mbak-mbak berjilbab.

Oke acara sudah selesai dan Alhamdulillah ya saya bawa pulang hadiah Kompor Gas.

 

 

 

Iklan

Selamat Garuda Muda U-16….

Sebelumnya mau ngucapin selamat dulu buat adek-adek Garuda Muda Timnal U-16 yang telah menjadi juara Piala AFF U-16 tahun 2018. Permainan si kembar Bagus Kaffi (20), Bagas Kaffa (2), lalu Supriyadi (11), Andre (8), David maulana (6), dan teman-temannya sungguh ruar biasaaaaa….

” Selamat buat kalian Timnas Garuda Muda U-16 yang ganteng-ganteng (gak ada yang cantik ya!!) atas kemenangan kalian di Piala AFF U-16 Tahun 2018. Kalian luar biasaaaaa…….”

Pas tau kalau Indonesia akhirnya masuk Final di Piala AFF U-16, saya kok jadi pengen liat langsung di GOR Sidoarjo ya, apalagi waktu Indonesia main musuh Malaysia banyak banget teman-teman saya yang pasang status di madia sosial kalau lagi nribun di GOR Sidoarjo, apalagi kan rumah saya gak terlalu jauh dari GOR Sidoarjo, ya kira-kira 30 menitan lah dari rumah kalau naik motor.

Sejak Jum’at pagi saya cari-cari info harga tiket sampe cara mendapatkan tiketnya ke teman-teman, tapi ternyata mereka bilang dapatin tiketnya sungguh luar biasa perjuangannya, mereka harus nginep di GOR untuk antri beli teket, ada teman saya harus berangkat dari rumah jam 10 malam untuk antri beli tiket, ada juga yang berangkat subuh-subuh. Akhirnya setelah saya pikir-pikir mungkin kali ini lihat finalnya di rumah saja dulu.

Oke sepakat dech ama Pak Misua nontonnya di rumah saja. Satu jam sebelum sepak bolanya main kita udah ada di depan TV, sambil tebak-tebakan siapa yang menang dan berapa skor akhirnya nanti. Pas asik-asiknya ngobrol tiba-tiba dari depan rumah kedengeran lagu dangdutan di puter pake spiker aktif yang kenceng banget, waduh TV di rumah jadi gak kedengeran.

Pak Misua langsung ngomel-ngomel, dia pikir itu anak karang taruna yang melaksanakan lomba 17an, karena biasanya kalau ada lomba 17an gini lombanya ada di depan rumah pak RT dan rumahnya pak RT ada di sebelah rumah saya. Ya sudah lah kita pasrah saja, suara TV rebutan sama suara dangdutan, mau gimana lagi, gak mungkin donk kita protes suruh matiin dangdutannya.

Tetiba 5 menit sebelum sepak bolanya mulai dangdutannya mati, di ganti suara yang sama dengan suara di TV yang sedang kita tonton

“Jangan-jangan lagi nobar” Pak Misua langsung nyelonong keluar rumah.

index1Saya juga ikutan keluar rumah, ternyata benar kata Pak Misua bapak-bapak tetangga lagi nobar di depan rumah Pak RT, mereka pasang proyektor sambil gelar tikar di tengah jalan raya.

“Mas ayo sini ikutan nobar” Pak RT ngajakin Pak Misua gabung.

Pak Misua langsung noleh saya, dan saya pun tau apa yang ada di dalam pikirannya dia. “Minta Ijin”.

“Iya gak apa-apa gabung saja, aku liat di rumah saja” Saya pasang senyuman paling manis.

Pak Misua akhirnya gabung bareng bapak-bapak tetangga dan sayanya balik masuk rumah lanjutin nonton bola.

Pertandingan melawan Thailand kemarin gak kalah seru sama pertandingan sebelum-sebelumnya, Timnas Garuda Muda langsung bermain menyerang sehingga membuat permainan sangat seru. Penonoton di tribun gak kalah serunya, tribun full dengan dominasi warna merah, banyak sporter bawa bendera merah putih, ada juga yang bawa tulisan-tulisan penyemangat buat Timnas Garuda Muda, nyanyian dan teriakan sporten membuat permainan semakin seru.

Permainan Timnas Thailand juga bagus, sehingga terjadi saling serang menyerang, banyak peluang yang di dapatkan Pemain Indonesia untuk mencetak gol kegawang lawan tapi masih belum beruntung, sampe akhirnya pemain pengganti Fajar Faturachman mampu mencetak gol pada menit ke-32.

“GOOLLLLLL” Suara Bapak-bapak yang nobar terdengar dari dalam rumah

Babak pertama berakhir di menit ke 40, skor masih 1 – 0 untuk indonesia. Dibabak kedua, Timnas Thailand langsung bereaksi dengan mengubah strategi permainan. Perubahan itu mampu mengatasi perlawanan sengit Timnas Garuda Muda. Terbukti, pada menit ke-72 Apidet Janngam, mampu memasukan bola ke gawang Indonesia, dan skor berubah menjadi 1 – 1.

Skor 1 – 1 bertahan sampe akhir pertandingan, dan itu artinya kedua tim akan melakuakn adu pinalthy, untuk mencari siapa pemenang dalam laga final AFF U-16 Tahun 2018. Dan dalam adu pinalty itu Indonesia menjadi juara setelah menang 4-3. Timnas Thailand dapat kesempatan 5 kali tendangan, 3 tendangan masuk ke gawang Indonesia sedangkan 2 tendangan bisa di tepis oleh kiper Indonesia, sedangakan Timnas Indonesia melakuakn 4 tendangan dan semuanya masuk ke gawang Thailand, sehingga menjadikan Indonesia menjadi juara pertama di Piala AFF U-16 Tahun 2018.

Pak Misua pulang dari nobar dengan senyum-senyum, hati riang gembira karena Timnas Indonesia Menang dan menjadi juara. Sedangkan Saya bahagia banget malam itu karena Timnas Menang dan Pak Misua senang. Karena kalau Timnas kalah Pak Misua pasti sudah ngomel-ngomel. Hahahahah….

 

 

 

Indonesia VS Malaysia


MITASejak kamis pagi Pak Misua sudah ingetin kalau nanti malam ada Timnas U 16 main musuh Malaysia, itu artinya saya gak boleh ngajakin dia pergi selama pertandingan berlangsung, kita akan nobar berdua di rumah.

Pak Misua saya ini adalah seorang penggila bola, semua tentang bola dia tau, dari nama-nama pemain, nama-nama pelatih, bahkan nama-nama wasit banyak juga yang dia tau. Hampir semua liga dia tonton Liga tarkam, Liga Indonesia, Liga Inggris, Sampe Piala Dunia. Di Lemari dia kebanyakan kaos sepak bola, kalau kita lagi jalan gitu terus ada orang jualan baju sepak bola pasti minta liat-liat dulu, terus beli dech.

Saya sich gak pernah masalah sama hobi Pak Misua ini, toh tidak merugikan saya, saya gak pernah rebutan remote TV sama dia gara-gara dia nontonnya sepak bola, saya ikut-ikut aja kalau dia lagi nonton bola.

Pak Misua ini ya kalau lagi nonton bola hebohnya minta ampun, dan dia itu sukanya cerita kalau pas lagi liat bola gitu, kayak misalnya ini namanya ini, terus pernah membela klub sana sekarang pindah di situ, terus pelatihnya ini sudah berapa tahun melatih klub itu, klub itu kalau nanti mainnya menang bisa ada di puncak klasemen terus kalau kalah bisa ada di urutan klasemen nomer berapa, Pak Misua tau semua dan saya di ceritain kaya gitu cuma iya iya saja meskipun gak ngerti sama sekali. Hahahha….. (Penting Misua senang).

Parahnya lagi nich ya, kalau dia lagi liat bola dan sayanya lagi bikin cemilan di dapur, lha terus klub yang dia suka bisa cetak gol, dia langsung teriak panggil-panggil saya, saya yang di teriakin kan kaget kenapa Pak Misua kok teriak-teriak, ternyata saya di suruh liat klub yang dia suka bisa cetak gol. Ampun dech Pak Misua saya ini.

Karena keseringan di ceritain sama Pak Misua akhirnya saya sedikit mengerti lah tentang permainan sepak bola, ahkirnya saya juga suka liat bola kalau yang main Indonesia musuh Negara Lain.

Sejak tanggal 29 Juli kemarin ada Piala AFF U-16 Pak Misua dari jauh-jauh hari sudah kasih tau kalau bakalan ada Piala AFF U-16. Di awal Liga ini ada Timnas Indonesia VS Pilipina, pastinya kita berdua nonton di rumah. Sangat puas liat permainan Indonesia waktu itu apa lagi Indonesia bisa meraih 8 gol tanpa balas, hasil yang sangat memuaskan. Kita berdua nonton sambil teriak-teriak, kaki ikut tendang-tendang, hahaha, pokoknya seneng waktu itu nontonnya.

Di pertandingan selanjutnya waktu Timnas musuh Myanmar, musuh Vietnam, musuh Timor Leste, musuh Kamboja saya liat semua, saya jadi seneng liat permainan Bagus dkk, mereka mainnya keren-keren sehingga selalu menang.

Dan akhirnya mereka bisa lolos sampe semi final musuh malaysia. Kita berdua pastinya nonton ya, di rumah saja nontonnya biar kita bisa teriak-teriak sepuasnya. Hahaha. Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya Timnas Indonesia sungguh luar biasa dalam memainkan bola di lapangan. Sampe gemes liatnya, beberapa kali melakukan tendangan ke gawang lawan tapi belum ada yang masuk. Ihhhh Ya Ampun katanya Mas Valen,,, hahhaha….. Babak pertama harus puas dengan skor kacamata 0 – 0.

Babak kedua juga gak kalah seru, tapi Timnas Indonesia terus berusaha untuk masukin bola ke gawang lawan, tapi sampe menit 70 skor masih tetep 0 – 0, sampe akhirnya Supriyadi pemain asal rungkut terjatuh di kotak Pinalty karena di jatuhkan oleh penjaga gawang Malaysia, sehingga Indonesia mendapatkan hadiah tendangan pinalty. Bagus Kahfi maju sebagai eksekutor dan akhirnya GOOOLLL….

Kita berdua teriak-teriak kegirangan, karena Bagus Kahfi bisa merubah poin menjadi 1 -0 untuk Indonesia. Dan sampe akhir pertandiangan skor 1 – 0 tetap bertahan. Dan itu tandanya Indonesia menang dan berhak maju ke babak Final musuh Thailand. Selamat untuk Timnas Indonesia. Indonesia bisa. Indonesia Juaraaaaa…..

Jangan Lupa nonton ya pertandingan Final Indonesia VS Thailand. Hari Sabtu, tanggal 11 Agustus 2018, jam 18.00, di Indosiar.

Terlalu Khawatir

Pagi  ini bangun agak kesiangan, mungkin karena kemaren malamnya saya tidur terlalu malam. Kalau bangun udah kesiangan mau ngapain-ngapain jadi males. Tapi apalah daya kompor dan wajan di dapur sudah panggil-panggil minta di elus-elus, akhirnya bangun juga dech.

Kebiasan saya kalau masak dikit-dikit liat jam, takut kalau kesiangan. Pas liat jam 05.30 WIB kok tumben misua belum pulang, biasanya kalau kerja masuk malam, jam 05.15 WIB udah pulang. Ah mungkin masih nyelesein kerjaan.

Selesai masak liat jam lagi sudah jam 06.00 WIB, ngak biasa misua jam segini belum pulang, ngak bisa teleponin dia karena di tempat kerjanya dia ngak boleh bawa HP, jadinya HP dia di tinggal di rumah.

Pikiran sudah macam-macam, akhir-akhir ini sering khawatiran, semenjak Bapak Pimpinan tiada rasa khawatir itu sering muncul, gak tau khawatir kenapa, tapi rasanya itu seperti trauma takut di tinggal lagi.

“Ah mungkin ngopi sama teman-temannya” Pikir saya waktu itu, tapi ngak biasanya dia ngopi selama ini, karena dia ngak suka ngopi apalagi kalau ngak bawa HP, biasanya kalau dia ngopi di luar itu karena cari Wifi gratis.

“Apa jangan-jangan kecelakaan di jalan terus pingsan terus di bawa ke rumah sakit, terus yang bawa kerumah sakit ngak bisa menghubungi keluarga, terus…” Ah pikiran saya mulai ngaco kemana-mana, amit-amit dech, saya ngak berhenti-berhenti berdoa sambil berusaha berpikir yang baik-baik kalau misua baik-baik aja.

Agar ngak tambah ngaco, nyalain TV aja dech. Tapi masih tetep aja khawatir matanya nonton TV tapi persaannya ngak karuan khawatirnya. Kok belum pulang-pulang sich nie bocah. Awas aja kalau sudah pulang tak jotosin nanti ya.

Tiba-tiba ada suara motor yang parkir di depan rumah, dan bener pikiran saya misua datang.

“Assalamu’alaikum” Sapa misua dari depan rumah

“Kok barusan datang, dari mana aja sich” Jawaban sewot ala emak-emak

“Kenapa?” Bingung dianya

“Khawatir tau”

“Kangen ya…”

Ah ternyata misua pergi ke rumah temennya untuk ambil senter yang dia servis ke temannya. Rencana dia cuma ambil sebentar terus pulang eh ternyata lama karena senternya belum di sentuh ama si tukang servis, akhirnya misua nungguin si tukang servis benerin senternya sampe selesai.

Alhamdulillah misua ngak kenapa-kenapa. Cuma pikiran saya aja yang ngaco, mungkin butuh piknik, jalan-jalan, belanja-belanja kali ya….

Ah besok libur ya… sekalian dech selamat liburan buat yang libur dan selamat liburan panjang buat yang libur panjang, (saya cuma libur 1 hari doang), dan selamat Tahun Baru Imlek buat yang merayakan…..

 

 

Bapak ke 2

Sudah 16 hari Bapak Pimpinan Perusahaan telah berpulang, namun semua nasihat, dan cerita masih terngiang di telinga. Entah kenapa kepergian beliau membuat semangat kerja menurun drastis, bahkan sering tidak konsentrasi. Kalau boleh bilang saya sangat kagum dengan beliau. Saya menganggap beliau seperti Bapak sendiri, begitu juga teman-tema di kantor, kita semua merasa memiliki Bapak ke 2.

Dalam sikap dan tutur kata terlihat bahwa Bapak juga memperlakukan kita seperti anak sendiri, beliau sering menasehati dan bercanda bersama karyawannya seperti kita ini anaknya. Banyak nasehat yang di berikan kepada kita karyawannya.

“Jadi orang harus berguna untuk orang lain”

“Jadi orang harus ingat Tuhan, tidak boleh lupa ibadah”

Dan masih banyak nasehat Bapak. Kalau boleh saya menilai Bapak ini orangnya sangat bijaksana. Terbukti saya banyak mendengar kebaikan-kebaikan dari para relasi. Banyak yang tidak percaya saat di beritahu Bapak telah tiada, bahkan saya sendiri sampai saat ini masih belum percaya bahwa Bapak secepat ini perginya.

Selamat Jalan Bapak… Semoga Amal ibadah Bapak di terima oleh Allah …. Amiinn….

 

BIKIN KETUPAT YANG PENUH PERJUANGAN

Yiipii…. Lebaran bentar lagi tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Lebaran kantorku mulai berbenah untuk menyambut hari kemenangan. Tempelan dan pernak-pernik yang berbau lebaran sudah dikeluarkan dari tempat persembunyiannya, pita warna warni yang nantinya akan dirangkai menjadi ketupat juga sudah tersedia.

IMG_20150701_074303

Kemarin sore beberapa teman sudah mulai sibuk dengan pita warna warni untuk dirangkai menjadi ketupat. Saya jadi tertarik untuk gabung, dengan PD nya saya meminta sepasang pita untuk saya rangkai menjadi sebuah ketupan yang cantik nan indah, seindah pembuatnya (yang tidak terima dilarang komen, cukup dibatin saja ya.. 🙂 ). 1 menit, 2 menit, 3 menit, dan hampir 1 jam berlalu, tapi sayangnya sepasang pita itu tak bisa berubah mejadi sebuah ketupat yang cantik nan indh, kalau bahasa kasarnya, saya gagal membuat sebuah ketupat.

Ohh… sungguh memalukan sekali saudara-saudara sebangsa dan setanah air, padahal nie ye, saya bisa bikin ketupat dari janur asli, beneran saya bisa, ini bukan omong kosong, beneran saya bisa bikin ketupat dari janus asli, kalau tak percaya tanya dech sama emak saya dirumah *Alay.mode.on.saudara2. Tapi kok ya aneh, saya gagal bikin ketupat dari bahan pita warna warni, emang sich ini baru pertama kalinya saya bikin ketupat dari bahan pita warna warni, tapi kan seharusnya tidak gagal seperti ini, lha wong saya ini termasuk cewek yang ahli di bidang merangkai ketupat dari bahan janur asli. *PD.mode.on. Lagian cara bikin ketupat dari bahan janur, ato dari bahan pita warna warni kan sama.

Setelah saya analisa ternyata kegagalan yang memalukan ini disababkan oleh sang pita. Kenapa sang pita yang disalahkan?? Karena pitanya berwarna warni, eh bukan ding, karena bahan pita yang lentur membuat pita susah dirangkai karena pitanya mudah lepas dari rangkaian, beda kalau bikin ketupatnya dari bahan janur yang kaku, rangkainya enak tidah mudah lepas dari rangkaian. Jadi kesimpulannya semakin kaku bahan yang kita gunakan untuk bikin ketupat, semakin mudah dirangkainya. Itu sich menurut saya aja, kalau ada yang punya opini lain ya silahkan. hehehe.

Beberapa kali mencoba bikin ketupat dan tak ada yang berhasil, akhirnya saya menyerah sementara, dan melanjutkan kerjaan yang sempet saya tinggalkan.

“Eh ta mana ketupat bikinanmu” Tegur seorang teman yang duduk di pojok ruangan.

“Anu…. belum ada yang jadi” Nyengir kuda

“Katanya jago bikin ketupat” Temen yang satunya ikut komentar

“Iya se, tapi kok tiba-tiba bleng ya, nanti dech aku semedi dulu” Jawab seenak gue 😀

Singkat cerita keesokan harinya pagi-pagi sekali, barusan saja sampe kantor, tiba-tiba keinget akan pita warna warni yang saya simpen di laci meja kerja. Dengan hati yang deg-degan saya buka laci itu dan saya ambil sepasang pita warna warni yang sempat membuat hati saya remuk berantakan, dengan kekuatan sepenuh hati saya mulai merangkai pita warna warni itu untuk dijadikan sebuah ketupat. Dan hasilnya apa saudara….. jeng…jeng…jeng… saya gagal!!!. Kecewa berat dech.

Tapi saya tak mau menyerah semudah itu “Masih pagi mita, jangan menyerah begitu saja” Begitulah kata hati saya waktu itu 😀

Saya kumpulkan kembali kepingan hati yang telah hancur, saya kembali merangkai denagn hati-hati dan penuh konsentrasi, dan kali ini saya….. berhasih….. (ayo beri tepuk tangan untuk saya)

IMG_20150626_083644 IMG_20150627_085020

Akhir cerita saya berhasil membuat sebuah ketupat dari pita warna warni, tak sia-sia semedi semalaman… hehehe…

PERHATIAN : Cerita ini mengandung unsur ke.PD.an dan ke.ALAY.an, jika kurang berkenan mohon dimaafkan… 😀

Ibu Peri

Ternyata masih banyak ya orang baik, salah satu orang yang menurut saya baik itu adalah Ibu Pimpinan saya, dan disini saya kasih nama spesial pada ibu pimpinan saya ini yakni Ibu Peri. Pertama kali masuk kerja disini saya sudah merasakan kebaikan ibu peri ini, dan sampe sekarang pun saya merasa ibu peri ini adalah orang terbaik yang pernah saya kenal.

Kebaikan ibu peri tu gak pandang bulu, dari karyawan produksi sampe karyawan staff, ibu ini selalu siap membantu kalau di butuhkan bantuan. Dulu pernah ada seorang karyawan produksi yang kena sakit parah, sakitnya saya kurang tau namanya, karyawan ini tinggal di kos sendian, keluarganya tinggal di desa. Lha selama sakit ini yang ngurusin ya Ibu Peri, dari mulai nganterin ke rumah sakit, sampe harus bolak balik ke rumah sakit untuk memastikan keadaan karyawannya, Ibu Peri ini yang merawatnya sampe sembu total.

Kebaikan yang sering kami (saya dan teman yang satu ruangan sama Ibu Peri)  dapatkan dari Ibu Peri ini adalah, sering di belikan jajan, heheheh. Ibu Peri ini suka banget njajan, dan setiap njajan dia gak pernah beli sendiri, selalu kami kebagian jatah jajannya.

Dan kemaren, pas saya, Ibu Peri dan satu teman saya bernama Devi sedang lembur di kantor.

“Dev saya kemaren liat di pojok gang sana ada yang jual tas ya, kok kayaknya bagus-bagaus tasnya” Kata Ibu Peri pada Devi

“Iya bu kemaren saya juga beli” Ujar devi kepada Ibu Peri

“Dev tolong ya besok saya belikan, 2 ya yang satu buat saya satunya buat kamu, nanti aku kasih uangnya” Ucap Ibu Peri.

“Iya bu, terima kasih”

Saya hanya sebagai pendengar saja, hehehhe.

Dan besoknya setelah jam istirahat Devi mendatangi meja saya dan berbisik

“Mbak Mit nanti pulang kerja ikut aku ya beli tas…..” Ucap Devi pelan

“Lho emang tadi belum beli ta??” Jawab saya dengan bisik-bisik

“Sudah se buat aku dan Ibu Peri, nanti mau beli lagi buat kamu, pake uang Ibu Peri”

“Owwwwwww” Saya bingung mau jawab apa ya wes jawab gitu aja. Hehehhe

Sebenernya seneng banget di belikan tas ama Ibu Peri, tapi kok ya sungkan karena saya gak ikut berangkat beliin tapi kok ya di belikan, kalau Devi di belikan ya pantas karena yang berangkat beli kan Devi lha saya lho cuma ndengerin aja obrolan mereka tapi kok ya ikut di belikan.

Pas sorenya dan ruangan udah agak sepi, tinggal beberapa orang yang sedang lembur termasuk saya.

“Dev saya mau lihat tas yang tadi kamu belikan” Ucap Ibu Peri pada Devi

“Iya Bu, Saya ambil dulu di jok motor saya”

Jadi tadi setelah beli tas, di simpan dulu ama Devi di jok motornya, gak langsung di bawa ke ruangan, takut ntar terjadi huru hara. Singkat cerita Devi sudah kembali dari ambil tas.

“Ini Bu Tasnya” Devi menyerahkan tas pada Ibu Peri

“Bagus ya tasnya, tapi sayang kekecilan kayaknya dev. Saya mau yang lebih besar” Jawab Ibu Peri

“Gak ada bu yang besar, adanya ya segini”

“Ya udah gak apa” Jawab Ibu Peri “Mita kamu mau tas ini” Ibu Peri bertanya pada saya

Saya hanya tersenyum saja, dan tiba-tiba…

“Bu Peri bagus ya tasnya, coba saya pake, pastes gak ya” Mbak diah mencoba tas yang mau dikasih ke saya

“Mbak Daih mau ta? Ambil saja buat mbak Diah” Jawab IBu Peri

“Uang nya saya ganti besok ya bu”

“Gak usah itu saya kasih buat Mbak Diah, besok di pake ya” Jawab Ibu Peri

Kemudian…..

“Wah besok senin saya juga mau beli tas ah” Ucap Selvi

“Sel ini uang belikan tas buat kamu ya” Tiba-tiba Bu Peri kasih uang ke Selvi

“Wah, terima kasih ya bu” Selvi sengan senang hati menerima uang itu.

Sebenernya kan Ibu Peri ini yang kepengen beli tas baru, kok malah Ibu Peri gak dapat tas, yang dapat tas malah orang lain. Oalah Ibu Peri, kok ya bisa sampean sebaik ini.

Dan hari ini sebagian orang di ruangan ini pake tas baru yang di beliin Bu Peri, Makasih Ibu Peri….. 🙂