Ikutan Kuis Anziel

Eh mbak Zie dan mas Sam, saya boleh kan ikutan kuisnya #kedipin.mata

langsung aja dech saya jawab semua pertanyaannya, cuma 5 doang ya pertanyaannya, dikit banget, gak di tambah nie, beneran ya cuma 5 doang, padalah kalau 10 pertanyaan pun akan saya jawab lho, demi makanan khas daerah kalian 😀

Soal 1

Tanya : Anziel itu cewek apa cowok?

Jawab : Menurut penerawangan saya sich, Mbak Anziel itu cewek, malah nie ye say kira Anziel itu sama dengan Mbak Zie 😀 #penerawangan.yang.ngaco 😀

Soal 2

Tanya : Zie dan sam tinggal di propinsi mana sich:

Jawab : Tau ah….. jawa barat kali ye… 😀 #ngarang.bebas :d

Soal 3

Tanya : Perlu gak gonta ganti tema blog? Kalau perlu, sebaiknya dalam waktu berapa hari/minggu/bulan sekali

Jawab : Karena saya ini tipe cewek yang setia #promosi, jadinya jawaban saya tidak perlu, cari yang paling nyaman dan jadikan tema seumur hidup #kayak.cari.calon.suami.ye… 😀

Soal 4

Tanya : Tulis dalam satu paragraf, hal-hal sederhana yang seharusnya bisa bikin kita bersyukur

Jawab : Hal sederhana yang bisa membuat saya bersyukur adalah melihat, dengan melihat kita bisa menikmati indahnya dunia, denga melihat kita bisa tau kalau hidup kita ini harus di syukuri karena dengan melihat kita tau kalau di dunia ini banyak orang yang nasibnya tak sebaik kita. #sok.bijak.dikit.boleh.dong 😀

Soal terakhir

Tanya : Pilih Zie atau Sam? Dan kenapa?

Jawab : Saya pilih Mas Sam dong. Karena Mas Sam cowok, maaf ya Mbak Zie saya buka penyuka sesama jenis wkwkwkwkwkkw 😀

Tu kan 5 pertanyaan sudah saya jawab semua…… Buat Mbak Anziel nya salam kenal,, salamin juga buat Mbak Zie dan Mas Sam,,, awas lho cinlok ntar…. 😀

Tulisan ini saya ikutkan dalam kuis Anzielova

Iklan

Kenangan Didapur Nenek

Setiap hari minggu ataupun hari libur, setiap pagi kerjaan saya nongkrong di dapur, gangguin bantuin ibu masak sambil curhat :D. jadi bisa di pastikan setiap hari minggu atau libur masaknya ibuk lama, soalnya ibuk fokusnya sama acara curhat-curhatan 😀

Lha pas minggu kemaren itu masaknya ibuk makin lama dari hari minggu biasanya, bukan karena dengerin curhatan saya ya, eh itu termasuk ding :D, tapi selain curhatan saya ada lagi yang bikin tambah lama masaknya, yakni kehabisan gas LPG. Jadi ceritanya pas ibu lagi enak-enaknya goreng ayam di atas kompor LPG sambil dengerin saya curhat, tetiba api yang tadinya menyalah tetiba mati, wah setelah di cek ternyata speedometer yang terpasang di atas tabung LPG menunjukan garis merah yang artinya habis.

Tanpa babibu langsung dech ibuk lari ke tetangga sebelah yang jual tabung LPG tapi sayang nasib baik tak berpihak pada ibuk, tetangga penjual LPG lagi kehabisa stok. Saya menawarkan diri mencarikan di penjual tabung LPG yang lain, yang tempatnya lumayan jauh dari rumah, tapi di tolak ibuk, beliau malah nyuruh saya ngambilin beberapa balok kayu yang ada di gudang, pingin masak pake tungku katanya.

Saya nyiapin kayunya dan ibuk nyiapin tungkunya, gak lama semua keperluan buat masak pake tunggu tersedia, mulailah ibu menyalakan api tetep sambil mendengarkan curhatan saya. Susah payah saya perhatikan ibuk berusaha membuat kayu di dalam tunggu bisa terbakar, maklumlah udah lama gak masak pake tungku, setelah berhasil membakar kayu dalam tungku baru dech lanjut memasak.

Beberapa menit kemudian saya mencium aroma khas yang dulu sering saya rasakan, aroma khas yang keluar dari dalam tungku, aroma khas yang di hasilkan dari terbakarnya kayu, aroma khas yang membuat saya membongkan kenangan saya tentang aroma itu, aroma yang sering saya rasakan setiap saya berkunjung kerumah nenek di banywangi, menemaninya memasak didapur, hanya sekedar menemani bukan membantu, duduk dekat tungku berharap medapatkan kehangatan dari tungku, dan mengusir hawa dingin kota banyuwangi, sambil menikmati aroma khas yang keluar dari tungku, aroma khas kayu terbakar.

Saya menikmati aroma khas itu, mendekatkan diri pada tungku yang sedang menyala, bukan lagi untuk mencari kehangatan dari sang tungku karena saat ini meskupun pagi suhu di sidoarjo sudah panas #curhat 😀  melainkan untuk mengingat kenangan didapur nenek yang sudah hampir dua tahun tidak saya rasakan.

Gegara sang tungku yang menghasilkan aroma khas dapur nenek, membuat rasa rindu pada banyuwangi semakin menjadi. Semoga lebaran kali ini saya bisa berkunjung ke banyuwangi, berkunjung ke rumah nenek, dan merasakan aroma khas itu di dapur nenek lagi. Dan akhir kata, Mbah ison kangen nyang riko…….

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin

Batik itu Keren

Sejak di tetapkannya batik sebagai salah satu Budaya Tak-benda Warisan Manusia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, secara pasti batik berubah dari barang yang di lihat sebelah mata menjadi barang keren yang banyak diminati banyak orang.

Ngomongin soal batik ini saya tertarik dengan pembahasannya mbak Evi yang ada di blognya yang berjudul Berbatik dalam perubahan social. Dulu sebelum batik di akui UNESCO sebagai salah satu Budaya Tak-benda Warisan Manusia, saya tidak tertarik sama sekali sama baju atau pun benda yang bermotif batik, karena menurut saya waktu itu, kesannya kuno dan lebih pantas di pake oleh orang yang sudah berumur. Dan saat itu saya yang menganggap diri saya masih muda dan kece ini sangat anti dengan batik biar gak di ejek teman-teman sebagai orang kuno, dan saya masih ingat betul baju batik yang saya miliki waktu itu cuma satu biji doang, yakni baju batik sekolah yang wajib di gunakan setiap hari rabu dan kamis, itu pun terpaksa saya pakenya, soalnya kalau gak di pake pasti gak bisa masuk sekolah karena gak pake saragam, atau malah memalukan diri saya sendiri karena salah kostum.

Namun setelah kejadian tanggal 2 Oktober 2009 saya merasakan kejadian yang luar biasa, batik di beritakan dimana-mana di TV, di Koran, di berita online, dan di Radio juga, semua ngomongin kebangganannya terhadap batik. Batik membuat perubahan social terhadap sebagian besar warga Indonesia, orang-orang dan teman saya yang dulunya menganggap batik itu kuno sekarang berubah mengeluh-eluhkan batik, mereka berbondong-bondong belanja batik, batik yang dulu di pandang sebagai barang kuno kini sekarang di pandangan sebagai barang modern nan keren.

mita love batik

mita love batik

Bagaimana dengan saya?? Saya jelas ikutan mengeluh-eluhkan batik, sebagai warga Indonesia saya ikutan bangga dengan batik karena telah di akui UNESCO sebagai salah satu Budaya Tak-benda Warisan Manusia, saya yang dulu tak suka batik, sekarang dengan pastinya saya menyatakan kecintaan saya sama batik, baju batik saya sekarang bukan hanya baju batik sekolah saja, saya punya beberapa baju batik bahkan saya juga punya sandal dengan motif batik juga, jilbab saya juga ada yang bermotif batik.

BANNER-EVIINDRAWANTO1

First Give Away : Jurnal Evi Indrawanto

Kuis Novel Seven Days : Banyuwangi

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan di awali basmalah dan rasa deg-degan akhirnya saya bertekat untuk ikutan kuis :D, ini kuis pertama saya lho :D. Setelah selama ini hanya menjadi pengamat kuis akhirnya sekarang saya mulai berani ikutan, dengan bermodalkan nekat 😀

Bener-bener nekat karena pengen dapet buku si oren manis itu

Gambar

kalau mau intip kuisnya langsung aja ke => http://www.rheinfathia.com

Langsung ke kuisnya aja ya 😀

“Anggap ada yang mau bayarin kamu jalan-jalan ke mana aja, nggak peduli berapa biayanya. Kamu diberi waktu selama TUJUH HARI dan haarus mengajak SATU orang saja. Ke mana kamu akan pergi traveling, sama siapa, dan apa alasannya?”

Wow wow wow,,,, kebetulan banget lagi mikir pingin jalan-jalan, kalau saya di tawari jalan-jalan kemana dan mau di bayari pula (aduh enaknya) pasti saya dengan lantang akan menjawab SAYA MAU KE BANYUWANGI #eh.maaf.capslocknya.kepencet 😀

banyuwangi

Cuma ke banyuwangi??? Iya ke banyuwangi, kenapa masalah buat loe?? #gaya.soimah

Liburan tujuh hari di banyuwangi wah keren ini apalagi ada yang bayari makin keren ini dan yang bayari juga keren dech :D.

Kenapa saya pilih banyuwangi sebagai jalan-jalan yang keren, karena saya cinta banyuwangi :D. Kota tempat ibu saya di lahirkan.

Sebenernya waktu kecil dulu saya setiap tahun ke banyuwangi berkunjung kerumah nenek pas lebaran tiba. Tapi saya selama banyuwangi cuma di ajakin ke rumah nenek dan saudara-saudara buat silahturahmi doang, gak pernah di ajakin ke temapat wisatanya.  Sekarang saya sudah gede ini, dan punya teman yang asli dan tinggal di banyuwangi yang hobinya jalan-jalan keliling banyuwangi setiap minggunya, saya kok jadi mupeng (muka pengen) ya, pengen gitu suatu saat keliling banyuwangi mengunjung tempat wisata alam yang keren-keren.

Tujuh hari itu lama lho, emang mau ngapain aja di banyuwangi dalam waktu selama itu??

Weits jangan salah di banyuwangi banyak tempat wisata alamnya, waktu tujuh hari itu kurang kalau buat keliling seluruh tempat wisata di banyuwangi. Yang paling buat saya mupeng saat ini adalah wisata alam yang berada di tiga daerah yang di beri nama segitiga berlian atau biasa di sebut triangel Diamonds yang saat ini lagi gencar-gencarnya di promosikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

segitiga berlian ini terdiri dari :

# Kawah Ijen di Area Taman Nasional Baluran, Licin.

Di Kawah Ijen kita bisa menikmati sunrise atau biasa di sebut disebut sebagai matahari terbit pertama di Jawa dan kawah hijau yang memukau di pagi hari. Selain itu kita bisa menikmati fenomena api biru (Blue Fire) di malam hari, oya api biru ini konon katanya hanya ada di dua tempat di dunia yakni di kawah ijen ini dan di Islandia.

# Sukomade di  Area Taman Nasional Meru Betiri, Pesanggaran.

Di Sukomade kita bila melihat menangkaran penyu dan di waktu-waktu tertentu kita bisa melihat proses penyu itu bertelur. Selain itu di ada juga terdapat beberapa objek wisata yang sangat gak kalah menarik, diantaranya Pantai Rajegwesi, yaitu daerah pesisir pantai dengan habitat kerbau disekitarnya. Bunker Jepang yang konon katanya tempat berlindung para serdadu Jepang di saat perang pada tahun 1943. Habitat Rafflesia, yaitu bunga langka dengan diameter sekitar 41cm. Teluk Hijau, yaitu sebuah derah teluk yang memang tampak kehijauan dari tebing.

# Pantai Plengkung di Area Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo.

Di Pantai Plengkung ini terkenal dengan ketinggian ombak yang mencapai hingga 6 meter (Wow tinggi banget ya 😀 ).  Pantai Plengkung ini sudah menjadi surga bagi peselancar dunia karena Pantai Plengkung atau yang biasa disebut G-Land memang sangat menantang bagi para peselancar, dan denger-denger nie ombak di Plengkung adalah nomor dua yang terbaik setelah Hawaii, tu kan keren kan.

Sudah itu aja, kalau cuma tiga tempat mah bisa di lewati cuma tiga hari doang yang empat hari mau di gunakan untuk apa??

Eit jangan sedih itu mah belum seberapa, wisata pantai di banyuwangi itu ada buanyaaaakkkkk tau, ada Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo, Pantai Bedul di Kecamatan Purwoharjo, Pantai Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi, Pantai Watu Dodol di Kecamatan Giri, Pantai Boom di Kecamatan Banyuwangi, cuma itu yang saya tau, tapi sebenernya masih banyak lho.

Gak mau ke pantai takut kulit gosong? Oke saya tunjukin wisata alam air terjun aja ya, biar seger :D. Air terjun Lider di Kecamatan Songgon, Air terjun Wonorejo di Kecamatan Kalibaru, Air terjun Kalibendo di Kecamatan Licin, Air terjun Selogiri di Kecamatan Kalipuro, Air terjun Antogan di Kecamatan Kabat.

Tu gimana masih kurang puas? Gak mau wisata alam? Oke saya kasih wisata budaya dech. Wisata budaya ini ada di Desa Kemiren di Desa yang masih asri dengan ciri khas nuansa alam pedesaan ini dinobatkana sebagai komunitas asli masyarakat suku Using (Suku asli Banyuwangi). Keramah tamahan penduduknya, adat istiadat, cara hidup sehari-hari, bahasa, kesenian serta rumah adat asli dapat dilihat disini.

Gimana udah banyak kan ya, itu semua di kunjungi dalam waktu tujuh hari pasti kurang dech. Oya kalau saya di suruh ngajak satu orang saya akan memilih salah satu sahabat saya, yaitu Liftakil. Kenapa saya ajak dia? Ya karena saya belum punya suami  dia juga punya nenek di banyuwangi. Kayak di peribahasa itu lho sambil menyelam minum air, Berlibur sambil mudik. Keren kan?? keren dong yak #maksa 😀

aku n lifta

Bonus foto saya dan liftakil 😀