1 Di Ganti 25

Di kantor saya ada dua pohon mangga yang musim berbuahnya berbeda, waktu itu yang sedang berbuah adalah pohon mangga gadung, pohon mangga gadung ini kalau berbuah cuma dikit gak seperti pohon mangga manalagi yang ada di sebelahnya, waktu itu pohon mangga gadung cuma berbuah sekitar 7 buah saja, dan matangnya juga gak bareng, jadinya saya dan teman kantor sepakat mangganya di makan bareng-bareng, gak cukup kalau di bagi satu orang satu buah.

Beberapa hari kita nikmati buah mangga gadung itu bareng-bareng, pas hari senin, buah mangganya tinggal 1 biji, teman-teman sudah ada rencana mengeksekusi mangga yang tinggal satu itu, tapi saya minta di tunda besok saja karena waktu itu saya sedang puasa, teman-teman ada yang setuju tapi ada yang gak setuju, sampe akhirnya mereka jadi berpesta mangga, dan sayapun cuma bisa ngeliatin orang berpesta mangga. Pikiran saya waktu itu ya udah di iklasin saja, ntar pulang kerja mampir di toko buah buat ngegantiin rasa sedih karena gak bisa ikutan pesta mangga di kantor.

Sepulang dari tempat kerja, saya lupa gak jadi beli mangga, baru ke inget pas di rumah, males juga kalau balik lagi buat beli mangga, sempet kecewa karena gak bisa makan mangga. Tapi kecewa itu hilang berubah saya syukur banget, soalnya sepulang saya dari TPQ tiba-tiba tergeletak satu kardus buah mangga di ruang tamu rumah, setelah saya tanya orang rumah ternyata itu mangga kiriman teman dari lamongan, setelah saya hitung jumlah mangga 25 buah, dan mangganya juga mangga gadung tapi lebih besar dan lebih matang dari yang di kantor.

39 thoughts on “1 Di Ganti 25

Minta komennya dong.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s