Mangga Ku Sayang

Di halaman kantor ada beberapa jenis tanaman, di antaranya dua buah pohon mangga, yang satu pohon mangga manalagi yang satunya lagi pohon mangga gadung. Dan menariknya dua pohon mangga itu berbuah di waktu yang berbeda, kalau pohon mangga manalagi yang berbuah, pohon mangga yang gadung tidak berbuah, dan sebaliknya.

Sekarang pohon mangga manalagi yang berbuah, tapi masih kecil-kecil belum masak, ya mungkin sebulan lagi baru bisa di panen, saya dan teman-teman kantor yang penikmat mangga pasti seneng dong dengan berbuahnya pohon mangga manalagi ini, apalagi buahnya banyak. Kalau mangga mananlagi ini paling enak di makan pas masih setengah matang (kalau disini bilangnya masih kemampo) jadi bisa di pastikan sebelum mangga itu bener-bener matang pasti udah kami serbuπŸ˜€.

Tadi tiba-tiba saja ada dua orang mendatangi kantor dan minta ijin mau beli semua mangganya, saya yang kebetulang menerima tamu binggung, akhirnya minta saran teman-teman dan mereka sepakat gak ngijinin di jual, harapan pesta mangga sudah di depan mata masa’ harus pupus gara-gara mangganya di jual, dan saya sepakat sama teman-teman, jadinya mangganyaΒ  gak jadi di jual dech.

Ah gak sabar saya nunggu sebulan lagi, bersiap untuk pesta mangga…..πŸ™‚

77 thoughts on “Mangga Ku Sayang

  1. di depan rumah saya juga ada pohon mangga gadung, pohonnya ga terlalu gede tapi kalau berbuah bisa banyak banget (sampe pohonnya melengkung saking ngga kuatnya nahan bobot para buah hehe), tahun kemaren juga sempet mau dibeli orang, tp nggak dikasihkan krn mending dimakan sendiri sambil bagi2 ke tetanggaπŸ™‚

Minta komennya dong.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s