Berakhir Indah

Alhamdulillah… acara tunangan sahabat saya pada sabtu kemaren berjalan lancar sesuai rencana…😀

Saya mengerti bagaimana perjalanan kisah asmara lukita (sahabat saya) ini dengan tunangannya, mulai jadianya sampe acara hampir putusnya, dan akhirnya memutuskan untuk tunangan, banyak cerita suka dan duka yang mereka lewati.

Diantara banyak kisah suka dan duka ada satu cerita yang membuat saya mengacungkan dua jempol saya untuk mereka berdua, kisah yang menguras air mata dan kesabaran, serta keiklasan yang luar biasa.

Kejadiannya beberapa bulan yang lalu, saat sepupu Abid (tunangan sahabat saya) mengalami kecelakaaan dan koma. Berhari-hari tak sadarkan diri di ruang UGD di salah satu rumah sakit. Semua keluarga Abid merasakan kesedihan atas kecelakaan yang menimpa Agus (Sepupu Abid) ini. Apalagi jika melihat sang istri dan seorang anaknya yang masih balita.

Karena kondisinya semakin memburuk, di tambah vonis dokter yang kemungkinan kecil untuk sembuh, keluarga besar Abid memberikan tanggung jawab istri dan anak Agus kepada Abid, dan menyarankan kepada Abid untuk menikahi istri Agus kalau terjadi apa-apa yang tak di inginkannya.

Lukita sangat shock mendengar cerita rencana keluarga besar Abid. Tak pernah menyangka kalau kisah asmaranya harus seberat ini, merelakan seseorang yang dia cinta untuk menikahi orang lain demi berbakti kepada keluarga.

Tapi akhirnya Lukita bisa menerima dan mengiklaskan sang kekasih untuk menikahi orang lain, dia sadar percuma mempertahankan Abid jika keluarga besar Abid berharap menikahi istri Agus, dia sadar tak mungkin dia dan Abid sanggup melawan keluarga besar Abid apalagi kedua orang tua Abid.

Setelah mendapatkan restu dari Lukita, Abid dengan berat hati menerima tanggung jawab atas Istri dan anak Agus, Abid bersedia menikahi istri Agus jika terjadi hal yang tak di inginkan kepada Agus.

Meski sudah iklas Lukita berharap ada sebuah keajaiban agar Abid tak jadi menikah denga Istri Agus, Lukita selalu berdoa agar Agus bisa sembuh dan berkumpul dengan keluarganya, dan Abid bisa tetap bersamanya. Tapi sayang untuk saat itu doa Lukita tak terkabul, Agus menghembuskan nafas terakhitnya. Keluarga besar Abid berduka begitu juga dengan Lukita. Bagi Lukita meninggalnya Agus berarti kehilangan Abid.

Tapi takdir itu ta kbisa di rubah, kalau sudah jodoh ya pasti akan berjodoh tak bisa di rubah rubah. Setelah beberapa hari meninggalnya Agus keluarga besar Abid mengutarakan rencana pernikahan itu ke istri Agus, agar ada yang bertanggung jawab atas dirinya dan anaknya. Ternyata Istri Agus menolak, dia tak ingin menikah lagi dia memilih membesarkan anaknya sendiri, dan dia tak tega merebuta Abid dari Lukita.

Pernikahan itu tak jadi, Lukita merasa lega, tak jadi kehilangan orang yang cinta. Untuk rasa berterima kasih kepada istri Agus, Abid bertekat bertenggung jawab dan membiayai atas kelangsungan hidup anka Agus, dan itu di dukung oleh Lukita

Sekarang cerita duka itu sudah lewat, mereka telah mampu melewati satu rintangan besar bersama penuh rasa iklas dan sabar. Dan sekarang mereka telah maju satu langkah lagi mendekati pernikahan.

Selamat buat sahabat saya Lukita, semoga rencana pernikahan kalian bisa terlaksana…

41 thoughts on “Berakhir Indah

  1. Kalau memang sudah tertulis seperti itu rencana Allah, gak ada yg bisa menghalangi ya Mit.😀

    Semoga Lukita dan keluarganya bisa diberikan rizki yang berlimpah dan juga barakah ya. Begitu juga dengan kamu Mit, yang sudah berbagi di sini.😉

Minta komennya dong.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s