TRADISI MENGHIAS MASJID DALAM PERINGATAN MAULID NABI

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat berlibur bagi yang sedang berlibur, dan selamat bekerja bagi yang tidak libur seperti saya saat nie, hiks.

Karena hari ini adalah peringatan maulid nabi, biar lebih terasa perayaannya maka kali ini saya akan curcol masalah perayaan maulid nabi di desa saya tinggal.

Setiap tahun, setiap peringatan maulid nabi di desa saya selalu mengadakan perayaan maulid nabi. Karena ini adalah kegiatan agama maka pastinya kegiatan ini selalu di adakan di masjid. Panitia kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi (cie, kayak nyanyi aja ya pake kolaborasi, hehe) antara berbagai organisasi di dalam kampung saya, dari jamaah bapak-bapak tahlil, jamaah ibu-ibu yasinan, remaja masjid, dan juga dari adik-adik TPQ (Taman Pendidikan Qur’an).

Untuk pembagian tugas, setiap tahunnya selalu sama, untuk bapak-bapak tahlil tugasnya mencari penceramah, untuk ibu-ibu yasinan tugasnya bawa makanan, untuk anak TPQ tugasnya bawa buah, dan untuk anggota remas tugasnya menghias masjid.

Karena saya adalah anggota remas maka saya akan menceritakan keseruannya menghias masjid menjelang perayaan maulid nabi tahun ini. Tugas menghias masjid ini saya rasa tugas yang paling enak banget di antara tugas yang lain, Cuma potong-potong kertas krep, meniup balon, terus di pasang di ujung bagian masjid, dan selesai dech. Asik banget kan, dan lebih asiknya lagi kegiatan ini bisa di lakukan sambil bercanda.

Menghias masjid ini sudah di lakukan sekitar 5 tahun yang lalu, sebelumnya mamang sudah ada perayaan maulid nabi tapi tanpa hiasa kertas krep dan balon, terus karena perayaan maulid ini adalah perayaan ulang tahun Nabi Muhammad SAW, maka kita para anggota remas berinisiatif menghias masjid dengan kertas krep dan balon biar terasa seperti perayaan ulang tahun pada umumnya.

Acaranya sendiri setiap taunnya hampir sama, dimulai ba’da magrib, dengan baca tahlil bersama dan di sambung dengan kirim doa’ untuk para leluhur. Terus sholat isya berjamaah, kemudian di lanjut pembacaan sholawat diba’, kemudian dilanjutkan ceramah agama + doa’, dan di tutup dengan makan bersama.

Saya selalu suka dengan peringatan maulid nabi ini, karena masjid yang biasanya sepi kali ini berubah menjadi rame, hampir seluruh orang di desa saya berkumpul di masjid, dari kakek-nenek, bapak-ibu, remaja-remaji, sampe anak-anak, mereka saling bercengkrama dengan para tetangga, di tambah dengan aneka hiasan kertas krep dan balon, serasa berada di acara ulang tahun, saya sungguh suka dengan ini semua.

4 thoughts on “TRADISI MENGHIAS MASJID DALAM PERINGATAN MAULID NABI

    • iya asik banget,,,
      klu acara maulid gini masjid di tempat saya tinggal penuh hiasan kertas krep dan balon,, serasa ulang tahun,,, :D

Minta komennya dong.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s